Tuesday 10 February 2026 - 19:13
Syekh Ali Al-Khatib: Syiah Jauh dari Fanatisme, Perlawanan terhadap Israel adalah Tugas Bersama

Hawzah/ Wakil Ketua Majelis Tertinggi Islam Syiah Lebanon menegaskan bahwa Syiah tidak pernah bersikap fanatik, melainkan senantiasa menjaga dan melindungi Islam, masyarakat Islam, serta umat Islam dalam seluruh identitas dan mazhabnya.

Berita Hawzah – Wakil Ketua Majelis Tertinggi Islam Syiah Lebanon, Hujjatul Islam wal Muslimin Syekh Ali Al-Khatib, menegaskan bahwa Syiah tidak pernah bersikap fanatik, melainkan selalu berperan dalam menjaga Islam, masyarakat Islam, dan umat Islam dengan seluruh identitas dan mazhabnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Al-Khatib dalam acara peringatan wafatnya Hujjatul Islam Sayyid Ibrahim Yusuf Murtadha yang digelar di Husainiyah Deir Qanun Ras al-‘Ain, dengan dihadiri para ulama, aktivis keagamaan, serta tokoh politik, sosial, dan budaya, bersama masyarakat setempat.

Ia menekankan bahwa kaum Syiah senantiasa bersama umat dan tidak pernah mengusung sikap isolasionisme atau pemisahan diri dari umat Islam. Menurutnya, hubungan Syiah dengan Islam bukanlah hubungan yang didasarkan pada fanatisme, melainkan pada kesadaran, pemikiran, dan komitmen terhadap kebenaran.

Al-Khatib menjelaskan bahwa dalam Islam tidak ada ruang bagi fanatisme buta. Ia mengutip sabda Rasulullah SAWW yang menegaskan bahwa fanatisme bukanlah mencintai kaum sendiri, melainkan menganggap orang terburuk dari kelompoknya lebih baik daripada orang terbaik dari kelompok lain.

Ia menambahkan bahwa Syiah berafiliasi pada pemikiran, kebenaran, dan jalan lurus yang dibawa Rasulullah SAWW, Ahlulbait, serta para ulama pewaris risalah. Identitas Syiah, menurutnya, bukan simbol permusuhan terhadap kelompok lain, melainkan bentuk keberpihakan kepada kebenaran dan keadilan sebagaimana dicontohkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (as).

Lebih lanjut, Al-Khatib menegaskan bahwa Syiah bukanlah sekte yang berhadap-hadapan dengan mazhab lain, melainkan bagian dari Islam itu sendiri, dengan nilai-nilai kemanusiaan yang menekankan penghormatan terhadap seluruh manusia.

Dalam konteks politik dan perjuangan, ia menekankan bahwa perlawanan terhadap musuh “Israel” bukan persoalan sektarian, melainkan kewajiban nasional dan Islami, karena musuh tersebut merupakan ancaman bagi seluruh umat, bukan satu kelompok tertentu. Oleh karena itu, ia menyerukan peningkatan kesadaran, persatuan, dan kewaspadaan terhadap bahaya nyata yang mengancam umat Islam.

Di akhir pernyataannya, Al-Khatib mengenang almarhum Sayyid Ibrahim Murtadha sebagai sosok ulama yang teguh dalam jalan ilmu, dakwah, dan komitmen keagamaan hingga akhir hayatnya, seraya memanjatkan doa agar almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT bersama Rasulullah SAWW dan keluarganya.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha